Skip to main content

7 Mar 2020

Pelajaran dari Makhluk Kecil Corona

Beberapa hari yang lalu pemerintah Indonesia resmi mengumumkan kasus pertamanya perihal virus corona (COVID-19). Sebelumnya virus yang diyakini berasal dari Wuhan, China, ini telah membuat gempar dunia Internasional. Bahkan negara-negara Eropa seperti Itali dan Jerman akhir-akhir ini juga ikut kelabakan. Virus yang sangat ganas dan cepat menular ini membuat semua orang panik.

Kita sebagai umat Islam tentu tidak perlu latah ikut menjadi bagian dari kepanikan massal tersebut. Bukan berarti abai untuk mengantisipasi virus corona. Segala upaya untuk mencegah virus ini tentu kita harus lakukan dalam rangka ikhtiar dan menjaga nikmat berupa kesehatan. Namun perkara usaha fisik dan hati adalah dua hal yang berbeda. "Aljawarih ta'mal wal qulub tatawakal" (badan kita berusaha tetapi hati harus pasrah dengan ketentuan Allah.)

Via postindependent.com

Sebab, aneh bagi seorang muslim jika ia panik dengan virus-virus tersebut sedangkan ia biasa-biasa saja saat penyakit hati menjangkiti. Dalam Alquran Allah swt. lebih sering menyebut penyakit hati daripada penyakit fisik. Ini menandakan bahwa penyakit hati jauh lebih urgen untuk kita sembuhkan. Dan cara pandang (worldview) seperti inilah yang harus dimiliki oleh setiap muslim.

Di sisi lain, bencana virus corona ini seharusnya membuat kita lebih insaf akan kelemahan manusia. Betapa manusia yang congkak dengan segala kemajuannya tidak berdaya saat menghadapi satu makhluk super kecil yang bernama "corona". Inilah mungkin maksud Allah "maa ba'udhotan famaa fauqoha", sebagaimana yang termaktub dalam surat Albaqarah ayat 26,

﴿إِنَّ اللَّهَ لا يَستَحيي أَن يَضرِبَ مَثَلًا ما بَعوضَةً فَما فَوقَها فَأَمَّا الَّذينَ آمَنوا فَيَعلَمونَ أَنَّهُ الحَقُّ مِن رَبِّهِم وَأَمَّا الَّذينَ كَفَروا فَيَقولونَ ماذا أَرادَ اللَّهُ بِهذا مَثَلًا يُضِلُّ بِهِ كَثيرًا وَيَهدي بِهِ كَثيرًا وَما يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الفاسِقينَ

"Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik."

Dalam ayat dijelaskan bahwa Allah swt. tidak segan untuk membuat perumpamaan dari makhluk yang lebih kecil daripada nyamuk, supaya manusia mengambil pelajaran dari perumpamaan tsb.

Allah Maha Kuasa untuk menciptakan seribu virus yang lebih ganas daripada virus corona. Maka seyogyanya kita insaf. Kita hadapi semua fenomena dengan usaha yang penuh dan hati yang tenang, sebab kenikmatan atau pun bencana, semuanya adalah baik bagi umat Islam. Seperti yang dikagumi Rasulullah Saw. dari kita, umat Islam:

 عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"Perkara orang mu'min itu mengagumkan, sungguh semua perihalnya adalah baik. Dan hal tersebut tidak dimiliki seorang pun selain orang mu'min, (yaitu) apabila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya."

Terkahir, agar menjadi salah satu ikhtiar dalam menghadapi virus ini, hendaknya kita selalu menjaga kebersihan. Salah satunya dengan menyempurnakan wudlu, yaitu dengan menjalankan sunah-sunah wudlu. Seperti membasuh kedua telapak tangan kita dengan bersih sebelum berwudlu, lalu ber-istinsyaq (membersihkan hidung) dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat.

===========
Oleh: Maulana Faik (Mahasiswa Tingkat Akhir, Fakultas Syariah wal Qanun, Univ. al Ahgaff)

Sumber :

Facebook: facebook.com/AhgaffPos
Instagram: instagram.com/ahgaff.pos
Youtube: tiny.cc/YoutubeAhgaffPos
Website: amiahgaff.org
Medium: medium.com/@ahgaffpos95
Beri Komentar