Skip to main content

30 Mar 2020

Haji Sudah Berapa Kali Dibatalkan?

Ibadah Haji Sudah Berapa Kali Dibatalkan? - Otoritas Arab Saudi melakukan banyak langkah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah Kerajaan, termasuk menghentikan penerbitan visa umrah baik bagi jamaah asal Saudi sendiri maupun untuk jamaah dari negara-negara lain.

Haji Sudah Berapa Kali Dibatalkan?
By: sehatq.com


"Pihak Kerajaan untuk sementara menangguhkan ibadah umrah ke Makkah dan mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah untuk warga asli dan pendatang guna mencegahan penyebaran virus Corona," tulis Kementerian Luar Negeri Arab Saudi lewat akun twitter resminya, @KSAmofaEN, Rabu (4/3). Belum diketahui sampai kapan larangan mengerjakan umrah itu akan berlangsung.

Saudi juga menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk dilakukan sterilisasi guna mencegah penyebaran Covid-19. Penutupan dua masjid tersuci umat Islam itu dilakukan pada Kamis (5/3) malam, satu jam setelah Shalat Isya, dan dibuka kembali pada Jumat (6/3).

Seiring dengan hal itu, muncul pertanyaan di kalangan umat Islam di seluruh dunia tentang apakah haji tahun ini akan dibatalkan? Tidak seperti umrah yang bisa dikerjakan kapan saja sepanjang tahun, haji hanya bisa dilaksanakan pada awal bulan Dzul Hijjah, bulan terakhir di kalender Hijriyah.

Dalam kalender Masehi, haji tahun ini akan diselenggarakan pada bulan Juli atau  sekitar tiga bulan lagi. Memang, otoritas Saudi belum memutuskan apakah haji tahun ini akan dibatalkan atau tidak.

Namun, Saudi telah menghentikan sementara perjalanan ke dan dari hampir semua negara Eropa dan lebih dari 12 negara di Asia dan Afrika—bisa saja jumlah negaranya bertambah seiring perkembangan penyebaran Covid-19. Langkah terbaru, Saudi menerapkan lockdown di Makkah,

Madinah, dan ibu kota Riyadh.  Mungkin banyak orang yang bisa memahami jika haji tahun ini dibatalkan, mengingat pandemi Covid-19 hingga hari ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Terlebih belum ditemukannya vaksin atasnya.  Kalaupun haji tahun ini benar-benar dibatalkan, itu bukan merupakan yang pertama kali. Karena dalam sejarah Islam, haji pernah beberapa kali dibatalkan karena berbagai macam faktor.

Di antaranya adanya penyakit, konflik, aktivitas bandit dan perampok, dan alasan lainnya.  Pada awal Maret lalu, seperti dilaporkan alaraby (9/3), Yayasan Raja Abdulaziz untuk Riset dan Arsip merilis data bahwa dalam sejarahnya haji dibatalkan atau haji dengan jumlah jamaah sangat rendah sebanyak 40 kali. Mungkin, pembatalan haji yang paling masyhur terjadi pada tahun abad ke-10 M atau ke-3 H, setelah sekte Qaramithah mengambil alih Masjidil Haram.

Sekte Qaramithah berbasis di Arab timur dan mendirikan negara mereka sendiri di bawah Abu Taher al-Janabi. Sistem kepercayaan mereka didasarkan pada Islam Syiah Ismailiyah yang bercampur dengan unsur-unsur gnostik.   Mereka menganggap ibadah haji adalah ritual pagan.

Karenanya, mereka—di bawah komando Abu Taher- melancarkan serangan ganas ke Makkah selama musim haji pada 930. Dalam serangan itu, mereka membunuh 30 ribu jamaah dan membuang jasad mereka ke sumur zamzam.

Mereka kemudian mengambil Hajar Aswad dan membawanya ke basis kekuasaan mereka, Hajar (Bahrain). Selama 10 tahun setelah kejadian itu ibadah haji dibatalkan. Sebelumnya, pada 865 M, Ismail bin Yusuf yang dikenal dengan al-Safak memimpin pemberontakan melawan Dinasti Abbasiyah.

Pada saat itu, al-Safak membantai jamaah haji yang tengah berkumpul di Gunung Arafah. Kejadian ini memaksa pembatalan haji. Pada 1000 M, pembatalan haji disebabkan karena alasan yang sederhana, yaitu meningkatnya biaya perjalanan haji.

Pada 1831 M, wabah dari India membunuh hampir tiga perempat dari total jamaah haji. Kemudian antara 1837-1892, infeksi menyebabkan ratusan jamaah meninggal setiap harinya. Dalam sejarahnya, infeksi kerapkali menyebar selama musim haji.

Sebelum zaman modern, hal ini jauh lebih menjadi masalah dari pada hari ini. Karena, ribuan jamaah berkumpul bersama dengah jarak yang begitu dekat, sementara perawatan—untuk penyakit yang terkadang mematikan—tidak memadai. Sementara pandemi virus corona yang menyebar di 199 negara (per 29 Maret 2020) mungkin sangat mengganggu penyelenggaraan haji pada tahun ini—kalau memang haji tetap dilaksanakan. Mengingat virus ini cukup ‘ganas’ dan mudah menyebar karena telah menginfeksi 677.705 orang di seluruh dunia, di mana 31.737 kasus berakhir dengan kematian.

Pemerintah Arab Saudi pada Rabu untuk sementara telah melarang warganya melaksanakan ibadah umrah guna mengantisipasi penyebaran wabah virus corona. Dan pekan sebelumnya, negara kerajaan ini telah membatasi wisatawan dan jamaah umrah dari seluruh dunia untuk datang.

Wabah virus corona yang merebak membuat hampir seluruh negara di dunia membatasi perjalanan masuk dan keluar, untuk mencegah penularan. Pembatasan umrah ini belum diketahui akan berlaku hingga kapan.

Pelarangan sementara untuk umrah sempat menimbulkan pertanyaan, apakah ibdah haji musim ini juga dapat dibatalkan? Jikapun nantinya ibadah haji dilarang, itu bukan yang pertamakalinya. Pemerintah Arab Saudi pernah beberapa kali melakukan hal ini.

Seperti dikutip dari laman Jejakimani, Kamis (5/3/2020). dalam rekam sejarah epidemi yang melanda Tanah Suci sering terjadi. Dua sebab di antaranya adalah karena kerumunan besar yang berkumpul dalam satu tempat di waktu yang sama dan kedatangan mereka dari negara yang berbeda-beda.

Berikut beberapa tahun bersejarah di mana ibadah haji pernah ditutup karena wabah:


1. Wabah Tha’un

Wabah ini merupakan penyakit kulit mematikan, serupa dengan penyakit kusta atau lepra. Pada 1814, wabah ini menyebabkan ibadah haji ditutup dan 8.000 orang meninggal dunia. Wabah tersebut disebabkan oleh virus yang menyerang hewan ternak. Orang yang terjangkit wabah ini akan muncul luka busuk pada kulitnya.

2. Wabah Hindi

Wabah ini terjadi pada 1831 silam. Wabah yang dipercaya berasal dari India ini mengakibatkan ibadah haji ditutup dan tiga perempat jemaah meninggal dunia.

3. Wabah Kolera
Wabah Kolera terjadi pada 1846 dan membuat ibadah haji ditutup. Kejadian ini berulang pada 1650, 1865, dan 1883 silam. Wabah ini terus menerus menelan korban jiwa. Bahkan, pada 1892 yang bertepatan dengan musim haji mengakibatkan korban meninggal dunia tergeletak di jalanan.

4. Wabah Tifus

Wabah yang merebak pada 1895 di Arab Saudi ini mengakibatkan ibadah haji juga ditutup. Wabah ini mirip dengan demam tifoid atau disentri. Wabah tifus disinyalir datang dari konvoi yang datang dari Madinah.

5. Wabah Meningitis

Tahun 1987, wabah meningitis yang menyerang Arab Saudi membuat kegiatan berhaji ditutup. Saat itu, sebanyak 10.000 jemaah haji terinfeksi.

Selain karena wabah, ibadah haji juga pernah ditutup karena berbagai persoalan atau peristiwa. Salah satunya terjadi pada 983 silam ada perselisihan Bani Abbas dan Bani ‘Abid. Kejadian tersebut mengakibatkan umat Islam dari Irak dilarang haji selama delapan tahun. (And)

Sumber: https://waspada.id/  &  https://www.nu.or.id/
Beri Komentar